Jumat, 21 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


PT.SOLID GOLD BERJANGKA | Harga komoditas terus melejit, China bakal genjot pasokan dalam negeri

Posted: 20 May 2021 05:01 PM PDT

 

 


PT.SOLID GOLD BERJANGKA – JAKARTA. China kembali membuat kejutan. Kali ini, China mengaku akan membuat langkah untuk mencegah lonjakan harga komoditas. Tujuan dari rencana tersebut adalah menjaga tekanan inflasi.

Perdana Menteri China Li Keqiang seperti dikutip Bloomberg mengatakan, akan lebih banyak mencegah efek kenaikan harga komoditas bisa sampai ke ke konsumen.

Komentar itu memperkuat apa yang disampaikan minggu lalu. Perdana Menteri China sebelumnya berjanji akan memperbanyak pasokan domestik untuk menurunkan harga. Hal ini dimaksudkan untuk memperketat harga di pasar spot dan berjangka.

Li Keqiang juga berjanji untuk menindak spekulasi dan penimbunan. Peringatan itu akan membuat harga komoditas turun lebih jauh dan menekan harga saham perusahaan.

Harga di tingkat pabrik China naik pada laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun pada April. Ini akan menambah risiko inflasi global dan meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan harga dapat menyebar lebih luas dalam perekonomian.

Inflasi konsumen sejauh ini relatif tidak berbahaya, terutama karena jatuhnya harga daging babi. People Bank of China mengatakan inflasi harga produsen kemungkinan akan stabil akhir tahun ini dan risiko inflasi impor secara keseluruhan dapat dikendalikan.

Perdana Menteri China mengatakan kebijakan moneter harus tetap stabil dan menjaga yuan tetap stabil pada tingkat yang sesuai dengan ekuilibrium. China juga akan lebih banyak memberi dukungan kepada usaha kecil melalui alat relending dan rediscounting.

China juga akan menyediakan dana untuk perusahaan yang ditargetkan dengan biaya lebih rendah. China juga meminta bank lebih banyak memberikan pinjaman tanpa agunan.

"Komentar tersebut menunjukkan pihak berwenang akan menggunakan batasan administratif dan menjaga pasokan untuk mengekang harga komoditas, daripada memperketat kebijakan moneter," kata Zhou Guannan, analis Hua Chuang Securities.

"Rapat Dewan Negara juga memberikan sinyal yang jelas bahwa kebijakan moneter akan tetap stabil dan netral, dan tidak akan ketat akibat inflasi," ujar Zhou. Inflasi terutama disebabkan kurangnya pasokan tapi efek pengetatan kebijakan moneter tidak banyak berpengaruh.

Zhou berpendapat, PBOC tidak perlu mengambil langkah-langkah pengetatan langsung sekarang dan pasar obligasi tidak perlu khawatir tentang pengetatan likuiditas. Yield obligasi pemerintah 10-tahun China berada di jalur terendah sejak September 2020.

Chen Xi, analis Pacific Securities Co mengatakan, yield kemungkinan turun menjadi 2,8% -2,9%. "Faktor negatif terbesar pasar obligasi adalah kebijakan moneter yang mungkin lebih ketat karena inflasi, tapi ini telah terbukti salah," tulis Chen pada Kamis (20/5) seperti dikutip Bloomberg.

Harga komoditas logam industri kompak melemah kemarin. Harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan turun 3,88% di US$ 10.001 per ton. Begitu juga alumunium turun 2,54% menjadi US$ 2.415 per ton. Namun harga batubara kembali ke level US$ 100 per ton pada Kamis (20/5), naik 2,83% dari hari sebelumnya.

Sumber dari investasi.kontan.co.id, di edit oleh PT.SOLID GOLD BERJANGKA

Kamis, 20 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


PT.SOLID GOLD BERJANGKA | IHSG masih loyo, saham second liner ini bisa jadi pilihan

Posted: 19 May 2021 06:38 PM PDT

 


PT.SOLID GOLD BERJANGKA – JAKARTA. Saham-saham lapis kedua dan ketiga dinilai bisa menjadi alternatif di tengah masih melemahnya IHSG. Hal tersebut dapat dilihat melalui pergerakan indeks sejak awal tahun yang mana indeks seperti IDX SMC mampu menahan penurunan dibandingkan saham-saham big caps.

 

Mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) IDX SMC Liquid dari awal tahun atawa year to date (ytd) tercatat turun 4,38%. Sementara, IDX SMC Composite malah naik 0,38% ytd. Pergerakan tersebut berbanding dengan indeks yang dihuni saham-saham bigcaps seperti LQ45 yang tercatat turun 8,57% ytd dan juga IDX30 yang turun 9,40% ytd.

 

Sebagai gambaran, ada 15 emiten pada IDX MSC Composite yang mencatatkan kenaikan di atas 100% secara ytd per 19 Mei 2021. Antara lain, PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk (SAMF) naik 377,39%, PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) naik 318,60%, dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) naik 298,31%.

 

Di sisi lain, penurunan harga paling dalam sebesar 66,09% yang dicatatkan oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO). Kemudian, PT Indah Prakarsa Sentosa Tbk (INPS) yang turun 65,13%.

 

Sedangkan, dari SMC Liquid top gainers dicatatkan oleh PT Link Net Tbk (LINK) yang tercatat naik 65,89%. Selanjutnya disusul oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik 47,85%.

 

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menyebutkan hal tersebut kemampuan bertahan indeks tersebut sebenarnya terdorong dari saham-saham tertentu saja. Menurutnya, sistem pembobotan indeks tidak merata sehingga kadang pergerakan beberapa saham saja bisa memengaruhi kinerja indeks secara signifikan.

 

Ia menjelaskan, saham yang mendorong kinerja indeks IDX SMC Liquid antara lain seperti PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) karena terdorong harga CPO. Selain itu juga PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengingat penguatannya signifikan sebelum stock split.

 

Ke depannya, William mengamati pergerakan harga saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah masih memiliki potensi menguat. "Ini sebagai alternatif saat IHSG melemah," ujarnya, Rabu (19/5).

 

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menuturkan bertahannya indeks tersebut juga terdorong dari likuiditas saham tersebut. "Investor juga mencermati tingkat likuiditas dari pergerakan harga saham sehingga masih terapresiasi," sebutnya.

 

Selain itu, faktor lain yang mendorong juga karena euforia dari aksi korporasi perusahaan seperti pembagian dividen dan juga komitmen perusahaan memanfaatkan perkembangan kontemporer yang ada untuk meningkatkan pangsa pasar, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.

 

Juga, saat kondisi IHSG yang dalam keadaan markdwon sehingga pelaku pasar cenderung berkonsentrasi pada saham berbasis lapis dua dan lapis tiga.

 

Nafan menjagokan saham-saham IDX SMC Liquid seperti BSDE dengan target harga Rp 1.155, CTRA dengan target harga Rp 1.125, MIKA di harga Rp 2.620, dan WIKA di level Rp 1.365. Sedangkan, William merekomendasikan beli saham ERAA dengan target harga Rp 700, BSDE di harga Rp 1.300, CTRA dengan target harga Rp 1.400, dan DSNG di harga Rp 740.

 

Sumber dari investasi.kontan.co.id, di edit oleh PT.SOLID GOLD BERJANGKA

Rabu, 19 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


PT.SOLID GOLD BERJANGKA | Simak rekomendasi saham MEDC, MDKA, dan MLPL untuk Rabu (19/5)

Posted: 18 May 2021 05:06 PM PDT

 


PT.SOLID GOLD BERJANGKA – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,01% ke level 5,834.39 di hari Selasa (18/5). Berikut rekomendasi saham MEDC, MLPL, dan MDKA untuk perdagangan Rabu (19/5).

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

MEDC ditutup menguat mebentuk pola candle bullish breakway ke level 760. Ditransaksikan dengan volume transaksi yang cukup ramai jika dibandingkan dengan rata-rata 5 hari perdagangan. Indikator stochastic juga nampak sudah berada pada areal overbought yang mengindikasikan adanya potensi jenuh beli oleh investor.

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 730 per saham
Resistance: Rp 790 per saham

Ivan Kasulthan, Erdikha Elit Sekuritas

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Kami perkirakan pergerakan MDKA masih rawan terkoreksi untuk membentuk wave C, terlebih bila MDKA belum mampu menembus resistance. Pergerakan indikator MACD dan stochastic juga mendukung akan koreksi dari MDKA.

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 2.470 per saham
Resistance: Rp 2.800 per saham

Herditya Wicaksana, MNC Sekuritas

  • PT Multipolar Tbk (MLPL)

MLPL bullish break away. Overshoot target pennant pattern dengan potensi menjenuh. Indikator stochastic overbought dengan MACD yang bergerak cukup tinggi pada area overvalued.

Rekomendasi: Sell on strength
Support: Rp 308–Rp 330
Resistance: Rp 350–Rp 374

Lanjar Nafi, Reliance Sekuritas

Sumber dari investasi.kontan, di edit oleh PT.SOLID GOLD BERJANGKA

Selasa, 18 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


PT.SOLID GOLD BERJANGKA | Pegang 10 Saham Ini Sebulan Langsung Tajir, Telat Masuk?

Posted: 17 May 2021 06:50 PM PDT

 


Jakarta, PT.Solid Gold Berjangka – Pasar saham Indonesia pada pekan lalu hanya diperdagangkan selama 2 hari, yakni Senin (10/5/2021) dan Selasa (11/5/2021), karena adanya libur panjang memperingati Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Setelah libur berlalu, investor pun dihadapkan pada momen perdagangan perdana yakni Senin pekan ini (17/5/2021).

Pekan lalu, atau selama 2 hari, IHSG menguat 0,17%. Pada perdagangan akhir pekan yang berakhir Selasa (11/5/2021), IHSG ditutup melemah 0,63% ke level 5.938,35.

Selama sepekan, nilai transaksi IHSG mencapai Rp 12,08 miliar dan investor juga masih memborong saham-saham di pasar reguler sebanyak Rp 965 miliar sepanjang pekan lalu.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, meski bulan Mei belum berlalu alias baru tanggal 17 Mei, tapi tercatat sejumlah saham menguat signifikan dalam 30 hari perdagangan terakhir secara akumulatif. 

Berikut daftar 10 saham top gainers sebulan terakhir.

10 Top Gainers 1 Bulan Terakhir, per 11 Mei 2021

1. Triputra Agro Persada (TAPG), +131% Rp 775/saham, transaksi Rp 4 T

2. Sentul City (BKSL), +52% Rp 76/saham, transaksi Rp 807 M

3. Kapuas Prima Coal (ZINC), +50% Rp 189.saham, transaksi Rp 2,1 T

4. Matahari Putra Prima (MPPA), +43% Rp 855/saham, transaksi Rp 1,1 T

5. Multipolar (MLPL), +35% Rp 226/saham, transaksi Rp 1,4 T

6. Bumi Resources Minerals (BRMS), +34% Rp 99/saham, transaksi Rp 1,2 T

7. Vale Indonesia (INCO), +27% Rp 5.550/saham, transaksi Rp 2,3 T

8. Merdeka Copper (MDKA), +27% Rp 2.710, transaksi Rp 4,2 T

9. Timah (TINS), +20,13% Rp 1.820/saham, transaksi Rp 2,4 T

10. Antam (ANTM), +18% Rp 2.670/saham, transaksi Rp 7,3 T

Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Grup Triputra, Triputra Agro Persada berhasil menjadi emiten anyar yang mampu berada di urutan pertama saham paling cuan sebulan terakhir. TAPG baru saja mencatatkan saham perdana di BEI pada Senin (12/4/2021), artinya memang baru sebulan terakhir listing.

Saat itu, perseroan melepas sebanyak 866,20 juta saham baru atau sebanyak 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), dengan harga pelaksanaan Rp 200/saham.

Dengan demikian, dari IPO ini, perseroan meraih dana sebesar Rp 173,24 miliar. Artinya saham TAPG sudah melesat 288% dari harga IPO.

Manajemen TAPG menyatakan, dana yang diperoleh dari penawaran umum ini akan digunakan perseroan untuk meningkatkan penyertaan modal pada perusahaan anak, yaitu PT Agro Multi Persada (AMP) yang kemudian akan disalurkan kepada perusahaan anak AMP, yaitu PT Sukses Karya Mandiri (SKM) untuk belanja modal dan modal kerja sehubungan dengan pembangunan pabrik SKM di Kalimantan Tengah.

Saham duo Grup Lippo yakni Matahari Putra Prima dan induknya Multipolar juga masuk top gainers. Penguatan ini pun terjadi di tengah kejelasan masuknya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek yang membeli saham MPPA dari Multipolar.

Matahari Putra Prima melepas saham sebanyak 11,9% ke tiga entitas perusahaan. Dari 11,9% saham MPPA yang dilepas itu, masing-masing dibeli Panbridge Invesment Ltd sebesar 3,33%, Threadmore Capital Ltd sebesar 3,81%, dan PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76%.

Manajemen MLPL menjelaskan Pradipa Darpa Bangsa adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis. Sebanyak 99,996% saham Pradipa itu dipegang oleh Aplikasi Karya Anak Bangsa, pemilik Gojek, dan sebesar 0,004% dipegang oleh PT Dompet Karya Anak Bangsa alias GoPay.

Direktur PT Multipolar Tbk, Agus Arismunandar, membeberkan pertimbangan perseroan memilih ketiga perusahaan tersebut sebagai pembeli 11,9% saham MPPA.

"Latar belakang dan pertimbangan atas masuknya ketiga pemegang saham tersebut menjadi pemegang saham MPPA karena MPPA merupakan investasi strategis yang memiliki tingkat pengembalian yang baik di masa akan datang," kata Agus dikutip dari keterbukaan informasi BEI tersebut.

Adapun Antam juga masuk top gainers kendati di urutan 10. Sebelumnya Antam acapkali menjadi saham paling aktif. Pada awal tahun 2021 atau Januari 2021 misalnya, transaksi Antam sempat menyentuh kisaran Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun per hari. Bahkan pada Desember 2020, nilai transaksi ANTM pun sempat hampir menyentuh Rp 10 triliun per hari.

Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya, menyatakan ada beberapa saham yang menjadi pilihan utama, antara lain saham di sektor komoditas seperti nikel, minyak sawit mentah crude palm oil (CPO), batu bara hingga emas.

Antam masuk dalam rekomendasi saham Mirae Asset.

"Kami merekomendasikan saham Antam dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), karena emiten tersebut penerima manfaat dari kenaikan harga nikel seiring dengan naiknya permintaan dari produksi baja dan baterai kendaraan listrik," katanya, dalam keterangan resmi.

Sumber dari cnbcindonesia, di edit oleh PT. Solid Gold Berjangka

Rabu, 12 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


PT.Solid Gold Berjangka | Perhatian! Sri Mulyani Mau Pungut Pajak Investasi Kripto

Posted: 11 May 2021 06:45 PM PDT



Jakarta, PT.Solid Gold Berjangka - Pemerintah berencana memungut pajak untuk transaksi aset kripto (cryptocurrency) di Indonesia. Untuk itu, pemerintah sedang menyusun formulasi untuk memajaki produk investasi baru yang tengah tren terutama dikalangan kaum milenial ini.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengkaji kriteria dari transaksi kripto ini untuk bisa menentukan jenis pajak yang paling tepat.

"Untuk kripto ini sendiri kami sedang terus melakukan pendalaman, seperti apa sih model bisnis crypto ini. Karena kalau kita bicara UU pajak, atau UU yang paling sederhana UU PPh dan UU PPN. UU PPN pasti yang dikenakan adalah barang dan jasa yang masuk ke daerah pabeanan," ujarnya dalam diskusi bersama media.

Saat ini, pemerintah sedang mengkaji jenis pajak investasi di aset kripto, apakah termasuk ke dalam barang dan jasa. Ini adalah pembahasan dan penelitian yang masih dilakukan DJP.

Namun, ia memastikan transaksi kripto akan dikenakan pajak. Sebab, kripto adalah salah satu investasi yang terdapat transaksi pembelian dan penjualan.

"Mengenai kripto bagaimana kita melakukan pemajakan karena logikanya kripto sama seperti kita melakukan investasi, ada titik masuk dan ada titik kita menjual. Ini yang kami pahami sementara waktu," kata dia.

Oleh karenanya, saat ini DJP masih dalam pendalaman apakah keuntungan dari transaksi ini bisa disamakan nilainya dengan uang resmi atau tidak. Jika bisa disetarakan dengan uang maka wajib kena pajak seperti penghasilan lainnya yang saat ini dikenakan pajak.

"Jadi kami sekarang sedang betul-betul mendalaminya. Jadi bagaimana pemajakan nya yaitu sama seperti penerima penghasilan yang lainnya," tegasnya.

Sumber dari CNBC Indonesia, di edit oleh PT.Solid Gold Berjangka

Selasa, 11 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


PT.SOLID GOLD BERJANGKA | Jelang libur Lebaran, simak proyeksi IHSG untuk hari ini

Posted: 10 May 2021 06:08 PM PDT

PT.Solid Gold Berjangka - JAKARTA. Jelang libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak tipis karena minim sentimen. Walau begitu, analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada Selasa (11/5).

Seperti diketahui, IHSG ditutup menguat 47,48 poin atau 0,8% ke level 5.975,79 pada Senin (10/5). Dennies bilang, IHSG akan bergerak dengan level suport 5.949 hingga 5.949. Sementara itu, level resisten di rentang 5.993 hingga 6.011 untuk hari ini.

"Secara teknikal indikator stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan," kata dia dalam riset yang diterima Kontan.co.id, Senin (10/5). 

Adapun investor masih akan mencermati rilis kinerja kuartal I 2021 dari beberapa emiten. 

Sementara itu, CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperhatikan, IHSG terlihat masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar jelang libur panjang Lebaran. 

Selama IHSG belum mampu menembus level resisten terdekat, maka IHSG masih berpeluang untuk mengalami koreksi wajar. Akan tetapi, kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari data-data yang sudah  dirilis akan menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG. 

"Sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,"
 

Adapun IHSG akan bergerak dengan level 5.827 hingga 6.088. Beberapa saham yang dapat dicermati seperti ASIIPWONGGRMITMGBBCAICBP, dan JSMR

Sumber dari investasi.kontan.co.id, di edit oleh PT.Solid Gold Berjangka

Senin, 10 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


PT.SOLID GOLD BERJANGKA | Rupiah masih menguat ke Rp 14.209 per dolar AS pada tengah hari ini

Posted: 09 May 2021 11:40 PM PDT



PT.Solid Gold Berjangka - JAKARTA. Kurs rupiah di pasar spot masih mempertahankan keunggulannya hingga tengah hari ini. Senin (10/5), rupiah spot berada di level Rp 14.209 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,53% dibanding penutupan Jumat (7/5) di Rp 14.285 per dolar AS. Namun, penguatan rupiah ini terkikis dibandingkan saat pembukaan, dimana mata uang Garuda ini sempat melonjak 0,98% dan berada di bawah level Rp 14.200 per dolar AS.

Hingga pukul 12.00 WIB, pergerakan mayoritas mata uang di kawasan masih menguat. Kini, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,59%.

Selanjutnya, dolar Taiwan yang lompat 0,51% serta rupee India yang melejit 0,2%. Disusul, peso Filipina yang menguat 0,13% terhadap the grenback.

Berikutnya, ringgit Malaysia terkerek 0,12% dan yuan China berhasil naik tipis 0,05% pada perdagangan siang ini.

Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,24%. Diikuti, dolar Singapura yang melemah 0,13% terhadap dolar AS.

Kemudian ada baht Thailand yang terdepresiasi 0,05% serta dolar Hong Kong yang turun tipis 0,003% pada perdagangan hari ini.

Sumber dari investasi.kontan.co.id, di edit oleh PT.Solid Gold Berjangka