Senin, 07 Juni 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, 7 Juni 2021

Posted: 06 Jun 2021 06:24 PM PDT

PT.Solid Gold Berjangka, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih terkonsolidasi pada perdagangan hari ini, Senin (7/6/2021). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melemah 0,43 persen ke level 6.065 pada Jumat (4/6/2021). CEO Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola gerak IHSG terlihat sedang terkonsolidasi dalam rentang yang wajar setelah mengalami kenaikan pada beberapa waktu sebelumnya.

"Gelombang tekanan terlihat masih akan berlangsung," tulisnya dalam riset yang diterima Bisnis, Senin (7/6/2021).

Namun, ia menambahkan, rilis data perekonomian cadangan devisa hari ini yang diperkirakan masih akan stabil dapat memberikan sentimen bagi pergerakan IHSG. William memperkirakan IHSG berpotensi bergerak terkonsolidasi dalam kisaran 5.932 – 6.123.

Konsensus analis Trading economics menyebutkan cadangan devisa per Mei 2021 diprediksi mencapai US$140 miliar. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 mencapai US$ 138,8 miliar, naik dibandingkan dengan akhir Maret 2021 sebesar US$ 137,1 miliar.

Di sisi lain, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan secara teknikal terlihat ada potensi koreksi jangka pendek dalam pergerakan indeks komposit. Hal itu terlihat dari indicator MACD yang hampir mencapai puncak akumulasi. "Pergerakan akan minim sentimen data perekonomian dari dalam negeri. Namun masih ada sentimen pembagian dividen di pekan ini," tulis Dennies dalam riset harian, dikutip Minggu (6/6/2021).

Adapun, pelemahan IHSG pada akhir pekan lalu disebut Dennies juga seiring dengan penurunan sejumlah indeks saham global. IHSG diperkirakan bergerak melemah dalam rentang 6.037 – 6.097 dan 6.010 – 6.130 pada perdagangan Senin.

Sumber dari market.bisnis.com, diedit oleh PT.Solid Gold Berjangka

Jumat, 04 Juni 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


Grup Konglomerasi Salim, Emtek, & Lippo Ekspansi Sektor Teknologi

Posted: 03 Jun 2021 05:15 PM PDT

PT.Solid Gold Berjangka, JAKARTA — Sektor teknologi tengah menjadi primadona tidak terkecuali di pasar modal. Para konglomerat Indonesia juga tidak mau ketinggalan untuk mengembangan porfolio dan bisnis terkait.

Moncernya sektor teknologi salah satunya tecermin dari pergerakan IDX Sector Technology mencetak kinerja yang paling mentereng di antara indeks acuan lain di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang tahun berjalan 2021, indeks yang menaungi saham-saham emiten di sektor teknologi itu melesat 322,45 persen.

Pada saat yang sama, indeks harga saham gabungan naik 1,88 persen ke level 6.091,51 pada akhir perdagangan kemarin.
Saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) menjadi top gainers dengan kenaikan signifikan 4.614,28 persen dari harga IPO Rp420 pada 6 Januari 2021 ke level Rp19.800 per saham pada Kamis (3/6/2021).

Sumber dari market.bisnis.com, diedit oleh PT.Solid Gold Berjangka

Kamis, 03 Juni 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


IHSG Berpeluang Koreksi, Cermati Saham Pilihan Ini

Posted: 02 Jun 2021 06:30 PM PDT

 


PT.Solid Gold Berjangka, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi alami koreksi pada perdagangan saham Kamis, (3/6/2021).

CEO PT Indosurya Bersinar Sekurits, William Surya Wijaya menuturkan, perjalanan kenaikan jangka pendek yang dialami oleh IHSG terlihat sudah cukup terbatas.

Akan tetapi, IHSG telah berhasil geser rentang konsolidasi ke arah lebih baik seiring rilis data ekonomi seperti inflasi masih menunjukkan stabilnya ekonomi Indonesia.

"IHSG berpotensi alami koreksi wajar. IHSG bergerak di kisaran 5.913-6.123," kata dia dalam catatannya.

Sementara itu, Analis PT Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas menuturkan, IHSG ditutup menguat ke posisi 6.031 pada Rabu pekan ini dengan tren menguat. Ia mengatakan, jika terdekat IHSG mampu sentuh 6.033, ada peluang penguatan ke posisi 6.052-6.062.

"Sebaliknya jika IHSG gagal  break up atau pergerakannya cenderung bearish candle, IHSG bisa turun dulu ke 5.991-6.005. Hati-hati jika breakdown support flow, indeks bisa lanjut turun ke level 5.974," kata dia.

Untuk pilihan saham, William memilih sejumlah saham yang dapat dicermati antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Selain itu, ada PT Tower Bersama Infratrucrture Tbk (TBIG), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

Sumber dari liputan6.com, diedit oleh PT.Solid Gold Berjangka

Rabu, 02 Juni 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


IHSG Diprediksi Menguat ke 6.000, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan

Posted: 01 Jun 2021 05:55 PM PDT

 


PT.Solid Gold BerjangkaJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini. IHSG akan bergerak di level 5.902-6.000.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG break out resistance MA20 dan bearish trendline memberikan indikasi melanjutkan penguatan hingga menguji resistance MA50.

"Indikator stochastic bergerak bullish momentum dengan indikator RSI yang bergerak cross over positif. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi menguat dengan rentang support resistance 5.902-6.000," ujar Lanjar dalam risetnya, Rabu (2/6/2021).

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; AALI, BSDE, CTRA, DOID, ICBP, IMAS, INDY, LPCK, LPKR, LSIP, TKIM, TPIA, WIKA.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat signifikan menjelang libur sebesar 98,86 poin atau 1,69% ke level 5.947,46 dengan saham-saham BBRI (+4.7%), TLKM (+5.2%) dan BMRI (+3.4%) menjadi leader penguatan. Investor asing melakukan aksi beli sebesar 748,39 miliar rupiah. Investor optimis menutup bulan Mei 2021 menutup sebagian penurunan yang terjadi sejak awal bulan.

 

Sementara itu, mayoritas indeks saham Asia terkonsolidasi. Indeks Nikkei (-0.16%) turun sedangkan TOPIX (+0.17%), HangSeng (+1.08%) dan CSI300 (+0.19%) naik. Aktivitas manufaktur Asia terus meningkat pada bulan Mei, meskipun dengan kecepatan yang sedikit lebih lambat, meskipun gejolak Covid-19 di sekitar wilayah tersebut dapat memaksa beberapa pabrik untuk tutup dan membebani sentimen.

Bursa Eropa mayoritas menguat. Indeks Eurostoxx (+0.88%), FTSE (+0.83%) dan DAX (+1.00%) naik mengiringi saham global berada di jalur untuk memulai bulan baru dengan nada tinggi, didukung oleh pemulihan dari krisis kesehatan dan likuiditas yang cukup. Selanjutnya investor terfokus pada data indeks manufaktur dan tingkat inflasi.

Sumber dari okezone.com, diedit oleh PT.Solid Gold Berjangka

Selasa, 01 Juni 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


Mustika Ratu (MRAT) menanggung kerugian Rp 6,76 miliar sepanjang tahun 2020

Posted: 31 May 2021 09:51 PM PDT

 


PT.Solid Gold Berjangka – JAKARTA. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) membukukan penjualan bersih sebesar Rp 318,40 miliar di sepanjang tahun 2020. Torehan tersebut tumbuh 4,31% secara tahunan atau yoy dari realisasi di tahun sebelumnya senilai Rp 305,22 miliar.

Melansir laporan keuangan perseroan yang dirilis pada Selasa (1/6), penjualan bersih MRAT di tahun lalu, meliputi penjualan produk perawatan diri sebesar Rp 301,44 miliar, produk kesehatan Rp 59,48 miliar, produk jamu dan minuman kesehatan Rp 37,12 miliar, dan produk kosmetik senilai Rp 41,32 miliar.

umbuhnya penjualan bersih MRAT, tetap diimbangi dengan penurunan pengeluaran pada beban pokok penjualan. MRAT berhasil memangkas beban pokok penjualan sebesar 5,67% yoy dari semula Rp 120,80 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 113,94 miliar.

Namun di sisi lain, MRAT masih harus menanggung pembengkakan pada pos beban lainnya. Seperti misalnya beban penjualan yang naik menjadi Rp 132,16 miliar di akhir tahun lalu. Angka tersebut meningkat 3,85% yoy dari sebelumnya Rp 127,26 miliar di tahun 2019.

Kenaikan juga dijumpai pada beban umum dan administrasi. Tercatat, MRAT membukukan beban umum dan administrasi sebesar Rp 58,32 miliar di tahun 2020 atau naik 21,03% yoy dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 48,19 miliar.

Peningkatan dari sisi penjualan, ternyata tidak dibarengi dengan torehan laba yang positif. Di tahun 2020 MRAT harus menanggung rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 6,76 miliar. Sedangkan di tahun sebelumnya, MRAT masih meraup laba senilai Rp 131,18 juta.

Hingga 31 Desember 2020, MRAT mengantongi aset sebesar Rp 559,79 miliar, dengan jumlah liabilitas Rp 217,37 miliar dan ekuitas Rp 342,41 miliar.

Sumber dari investasi.kontan.co.id, diedit oleh PT.Solid Gold Berjangka

Senin, 31 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


Harga Emas Diprediksi Bisa Tembus USD 1.950 per Ounce

Posted: 30 May 2021 06:23 PM PDT

PT.Solid Gold Berjangka, Jakarta – Para analis dan pelaku pasar meyakini bahwa harga emas akan terus bergerak naik atau bullish pada pekan ini.

Ada alasan dari optimisme para analis dan pelaku pasar ini. pertama adalah harga emas telah naik lebih dari USD 220 dalam dua bulan terakhir dan menutup pergerakan di atas angka USD 1.900 per ounce di minggu kemarin.

Selain itu, seiring momentum yang terus dibangun, analis memperkirakan harga emas akan tembus di angka USD 1.950 per ounce dan bisa mencetak rekor angka tertinggi.

"Tidak ada gunanya melawan tren seperti yang sedang berlangsung dalam emas," kata kepala analis Forexlive.com, Adam Button dikutip dari Kitco, Senin (31/5/2021).

 

Hasil survei harga emas Kitco menunjukkan bahwa dari 14 analis yang berpartisipasi, sebanyak 57 persen memberikan pandangan bullish. Sedangkan 21,5 persen bearish dan 21,5 persen lainnya netral.

Tren serupa terlihat di Main Street atau pelaku pasar. Dari 1.236 investor ritel yang berpartisipasi, 67 persen memperkirakan harga emas akan bullish. Sedangkan 17 persen memperkirakan bearish dan 16 persen netral.

 

Pada minggu lalu, harga emas bisa tembus level USD 1.900 per ounce seperti yang telah diprediksi dalam Survei Kitco sebelumnya. Harga emas mencetak level tertinggi dalam 4 bulan pada perdagangan Rabu.

Analis menyatakan bahwa pelemahan dolar AS dan injuag inflasi yang tinggi menjadi pendorong kenaikan harga emas. Selain itu, volatilitas di pasar kripto juga menjadi pendorong lainnya kenaikan harga emas.

Wakil direktur Walsh Trading John Weyer menjelaskan, emas menjadi instrumen safe-haven yang sangat baik di lingkungan saat ini dengan melihat berbagai sentimen yang ada.

 

"Harga emas perlahan akan melayang lebih tinggi, jika ada ketakutan inflasi di luar sana. Emas akan menjadi tempat yang disambut baik oleh orang untuk meletakkan dananya," jelas Weyer.

Namun yang perlu diwaspadai adalah indeks dolar AS. Jika dolar AS mengalami penguatan maka akan sangat bahaya bagi harga emas.

Gerak kripto yang rata juga membantu harga emas untuk melambung," jelas Presiden Phoenix Futures and Options LLC Kevin Grady.

Sumber dari liputan6.com, diedit oleh PT.Solid Gold Berjangka


 

Jumat, 28 Mei 2021

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT

PT EQUITYWORLD FUTURES | PUSAT


Sentra Food Indonesia (FOOD) merugi Rp 15,21 miliar di tahun 2020

Posted: 27 May 2021 06:21 PM PDT

 


PT.SOLID GOLD BERJANGKA. Kinerja PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) turun di tahun lalu. Penjualan FOOD melorot hingga 25,10% secara tahunan atau yoy di tahun 2020 menjadi Rp 94,56 miliar. Di tahun 2019, penjualan FOOD tercatat Rp 126,25 miliar.

Melansir laporan keuangan yang rilis pada Kamis (27/5), penjualan FOOD di tahun 2020 meliputi penjualan daging olahan senilai Rp 58,51 miliar dan daging mentah Rp 36,04 miliar. Keduanya turun 18,89% yoy dan 33,38% yoy dari torehan di tahun sebelumnya.

Meskipun menorehkan penurunan pada kinerja penjualan, FOOD mampu memangkas pengeluaran terhadap sejumlah pos beban. Beban pokok penjualan misalnya, tercatat menurun 19,86% yoy dari semula Rp 74,46 miliar menjadi Rp 94,56 miliar di penghujung tahun 2020.

Sedangkan beban pemasaran FOOD di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 30,03 miliar. Angka itu susut 5,70% yoy dari beban pemasaran di tahun 2019 yang mencapai 31,85 miliar.

Penurunan juga dijumpai pada beban umum dan administrasi sebanyak 17,82% yoy menjadi Rp 13,68 miliar. Di tahun sebelumnya, beban umum dan administrasi FOOD masih berada di angka Rp 16,64 miliar.

Dari sisi bottom line, FOOD masih harus menanggung kerugian bersih sebesar Rp 15,21 miliar di tahun 2020. Padahal di tahun 2019, emiten ini masih mencetak laba senilai Rp 1,37 miliar.

Per 31 Desember 2020, total aset FOOD mencapai 113,19 miliar dengan jumlah liabilitas Rp 56,95 miliar dan ekuitas Rp 56,24 miliar.

Sumber dari investasi.kontan.co.id, diedit oleh PT.SOLID GOLD BERJANGKA